Spin Up our heart…

Minggu kemaren adalah minggu ujian berat bagi saya..(meskipun mungkin bukan yang paling berat…) memang..ujian Nasional di depan mata..dan sudah menjadi rahasia umum jikalau saya dan ribuan anak lainnya berharap2 cemas menghadapi UN itu..tapi,PMDK..???
suatu jalur menuju perguruan tinggi yang kebanyakan dimulai dan di-umumkan sebelum UN…ketika itulah menurut saya ujian awal atas hati kita untuk menerima kenyataan yang ada..termasuk kita yang gagal,namun teman2 kita telah mendapati apa yang mereka inginkan…mungkin…kamu sempat depresi kayak saya????(bentar doank ko…^_^)
karna ketika itu saya membaca ni dari salah satu buku yang saya pinjam di Perpus Daerah

Memang si..belajar untuk tetap optimis dikala kita hanya modal pas2an gini itu susah banget..maklum n wajar sob..
apa lagi untuk orang yang skeptis (tukang Ragu2..)

Tapi sebenarnya setiap orang bisa mengembangkan diri untuk selalu berpikir positif….
cek it dot..

1. Perbedaan dari orang yang berpikiran positif dan orang berpikiran negatif adalah
bagaimana mereka menghadapi sebuah situasi.
Seorang yang pesimis melihat sebuah kejadian buruk sebagai
sesuatu yang mempengaruhi seluruh kehidupannya, terlihat dari pernyataan seperti ‘Tak pernah ada hal bagus yang terjadi padaku.’ Atau ‘tentu saja ini akan berakibat buruk…bagaimana jadinya hidupku nanti?’ Saat mengalami kejadian buruk membuat si pesimis semakin yakin kalau mereka korban ketidakberuntungan. Beda dengan seorang yang optimis, biasanya memiliki kemampuan untuk mengisolasi hal-hal negatif dan menjaga sikap serta pemikiran bahwa apa yang dialaminya hanya sebuah kejadian, bagian dari keseluruhan hidupnya.
2. Seorang yang berpikiran optimis melihat kegagalan sebagai kemunduran sesaat,
(layaknya remidi adalah keberhasilan yang tertunda) dan bukan sebuah kondisi yang permanen.
Perbedaan dari cara pandang seorang yang berpikiran pesimis.
Seorang yang memiliki pemikiran optimis memahami bahwa saat mereka gagal
bukan berarti mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk meraihnya,
melainkan hanya sebuah pelajaran yang akan membawa mereka mencapai tujuan dengan cara lebih sempurna.
Dengan belajar dari kesalahan,
ke depannya mereka akan dapat mengurangi kesalahan dalam melakukan sesuatu dan
pada akhirnya melakukan cara yang benar.Kesempatan itu memang gag datang dua kali…tapi kita harus sadar akan adanya kesempatan kedua…(alah…jadi inget Tangga.he3)
3. Orang-orang optimis memilih bersikap tenang dalam segala situasi buruk yang dihadapinya.
Orang-orang optimis memahami bagaimana memisahkan emosi dari situasi yang dihadapinya ini dengan situasi yang sebenarnya,
dan mereka memiliki kemampuan untuk tetap bertindak rasional,
mengatasi situasi dengan kepala dingin di tengah tekanan…..Mental yang kuat bermain disini…
4. Orang-orang optimis gak ngadepin masalah secara pribadi,tapi tetap bersikap obyektif dalam keadaan apa pun.

Jika Anda telah membaca bagaimana menjadi seorang yang optimis di atas, dan mempraktekannya dalam keseharian, lalu mengubah Anda menjadi seseorang yang berpikir positif.
Jangan mengharapkan orang-orang di sekeliling Anda langsung menghargai sikap optimis ini, persiapkan diri untuk mengatasi segala hal negatif tersebut

saya udah baca itu berulang2 dan …
itu majur pada saya..
saya yang sempat frustasi,sedikit2 mulai membangun tembok hati yang hampir roboh(alah)
akankah hal serupa terjadi pada anda???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: